Minggu, 01 Juni 2014

KEGIATAN KOMPAS 2014

Ahad, 11 Mei 2014, Adik-adik dari Gerakan Pramuka Gugusdepan Lombok Timur 13.01-13.02 mengikuti kegiatan KOMPAS (Kompetisi Penjelajahan Pramuka SMAN 1 Selong). Dari nama kegiatannya saja, kita sudah tahu, siapa yang menjadi Sangga Kerja (panitia kegiatan) ini. Ya, Sangga Kerjanya dari adik-adik Pramuka Penegak pangkalan SMAN 1 Selong, kecamatan Selong, kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini, diikuti oleh 20 pangkalan (kalau saya tidak salah ingat) di bawah naungan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lombok Timur. 
Ada beberapa mata lomba yang di lombakan pada kegiatan KOMPAS tahun 2014 ini antara lain Lomba LKBB, Pertolongan Pertama, Kemampuan Indra Manusia, Pemetaan (Peta-Pita dan Peta Perjalanan), dan lomba Pioneering. Masing-masing mata lomba memiliki kejuaraan tersendiri. Ada juga Piala bergilir yang akan diperebutkan oleh masing-masing gugusdepan. 
Kegiatan ini berlangsung dari pagi hingga sore. Setelah selesai sholat Asar, acara penutupan dimulai beserta pengumuman masing-masing juara mata lomba serta pengumuman siapa yang akan mendapatkan Piala bergilir pada kegiatan ini.
Alhamdulillah, pada kegiatan kali ini, adik-adik Pramuka SMPN 3 selong, mendapatkan 5 piala. Sedangkan yang mendapatkan piala bergilir dari adik-adik Pramuka SMPN 2 Selong. 
Untuk mengetahui, bagaimana pengalaman adik-adik yang mengikuti kegiatan ini. Mereka diminta untuk membuat cerita atau laporan (resmi ataupun tidak resmi). Dan ada 10 cerita terpilih yang menarik menurut versi daifiana.blogspot.com. Dan berikut cerita mereka.....


klik CERITA NUR IZZI SIBIANI
klik CERITA ANITASASMITA ASYRI
klik CERITA ZULPIA RIZKIANI
klik CERITA NAILIL IZZATI
klik CERITA MUHAMMAD ALFI EFENDI
klik CERITA ANGGIA ATIN APRILIA
klik CERITA SURYANINGTYAS HERNIYANTI POETRI
klik CERITA RIFDA ELPIYA
klik CERITA HIJANATUL FADILAH
klik CERITA PARIHUN

Ketika Puput Terjatuh pas di turunan yang Curam

LAPORAN KOMPAS
Suryaningtyas Herniyanti Poetri (puput)

KOMPAS
(KOMPETESI PENJELAJAHAN PRAMUKA SMANSASEL)

Sebelum berangkat berlomba, kami berkumpul di sekolah terlebih dahulu sekita jam 7 kurang. Sementara menunggu kawan-kawan yang lain datang, kami disuruh memriksa barang apa yang akan dibawa. Setelah semua berkumpul, kami dibariskan dan berdoa agar lombanya berjalan dengan lancar. Semua telah siap. Waktunya kami berangkat ke tempat perlombaan sekitar jam 7 lebihlah. Diperjalanan kami mengeluarkan yel-yel kami. Tetapi hanya sebentar, karena lokasi sekolah kami dekat dengan tempat berlomba yaitu SMAN 1 Selong.
Sewaktu sampai di tempat perlombaan, pemimpin regu disuruh untuk mendaftarkan anggotanya dan kami regu penggembira menunggu. Regu inti putri mendapat nomor urut 12. Sesudah mendaptarkan diri, kami istirahat sejenak dan berkumpul kembali untuk upacara pembukaan. Dan lomba ini diberi sambutan oleh Kwarcab, Kepala Sekolah SMANSASEL, dll.
Sewaktu upacara sedang berjalan, kami semua kepanasan karena kami tidak memilih tempat yang teduh. Belum lomba saja, keringat kami sudah membasahi baju yang kami gunakan. Dan Upacara Pembukaanpun telah selesai. Sambil menunggu nomor urut yang akan dipanggil, kami regu penggembira mempersiapkan diri dan mempersiapkan apa yang akan dibawa.
Nomor urut Putripun dipanggil, dan kami yang regu penggembirapun disuruh mengangkat tangan kiri kami untuk diberi tanda stempel yang bertuliskan “KOMPAS” dan panitia menyuruh kami agar tidak menghapusnya.
Penjelajahanpun dimulai. Diperjalanan, kami narsis-narisian sama Dian memoto tangan kami yang tadi di stempel. Pos-pos, tantangan-tantanganpun telah regu inti lewati dan saat di pos III tapi saya kurang yakin, mungkin pos III di sana ada sungai yang lebar dan saat itu regu penggembira tidak membawa tongkat, hanya regu inti saja yang membawa tongkat. Dan saat melompat regu inti meninggalkan kami dan tidak mau menunggu kami dan disetiap perjalanan regu inti  marah-marah pada kami, kami dikira tidak mengeluarkan suara pada saat yel-yel, padahal kami regu penggembira telah mengeluarkan semaksimal mungkin suara kami.
Oya, saat di pos IV juga ada suatu hal yang sangat berkesan bagi saya. Saat itu, kami disuruh turun di turunan yang curam, saat itu giliran saya yang turun. Tiba-tiba .....! saya terpeleset. Saya dua kali terpeleset, tapi untungnya tangan saya dipegang oleh kak Satria, yaitu salah satu kakak panitia KOMPAS dan saat turun di air pikiran saya tidak karuan (tidak fokus), karena saya masih mengingat kejadian yang tadi. Saat saya terpleset baju saya kotor, celana saya pun kotor dan tanpa saya sadari bahwa tangan saya yang sebelah kiri, jari manis saya terluka (bekasnya masih sampai sekarang). Sewaktu disuruh istirahat oleh panitia, Anita dan Ria mengobati luka saya... ya agak mendingan sih ...
Penjelajahanpun selesai. Saat pulang penjelajahan, teman-teman mengeluh karena panas, haus, dan lapar. Perjalanan ke lokasi START masih jauh, sampai-sampai kami merusak barisan.
Sesampai di lokasi berlomba, kami istirahat sebentar, lalu makan, dan selesai itu regu inti melanjutkan mata lomba yaitu “pioneering” dan regu penggembira menyemangati. Sempat saat menyemangati “SMPN 3 selong”, kami saling ejek dengan anak SMPN 1 Selong, tapi kami berhenti karena dimarah.
Selesai lomba Pioneering, kami sholat Asar sambil menunggu pengumuman lomba yang menang. Di lapangan kami yel-yel (seru dah pokoknya).
Upacara penutupan kami disuruh berkumpul di lapangan, tapi kami disuruh memungut sampah dulu oleh panitia. Upacarapun dimulai, tapi saya dan adik-adik junior malah main-main dan saat mau pembagian juara, kami disuruh duduk oleh panitia. Dan SMPN 3 Selong, membawa 5 piala. Kami tidak dapat membawa piala bergilir, anak SMPN 2 Selong yang mendapat piala itu, tapi besok sewaktu KOMPAS tahun depan insyaAllah dapet. Katanya sih SMPN3 Selong, mendapat juara kedua, tapi ya sudahlah menang-kalah, hal biasa. Tahun depan pasti bisa (amin).

Pesan
Junior-junior rajin masuk Pramuka ya dan jangan pernah pantang menyerah. Menang-kalah hal biasa, oke.
Kesan

Hmm.... harusnya regu inti tidak marah-marah dan meninggalkan regu penggembira. Di mana jiwa korsa kalian? Kita jalan bersama, melewati rintangan bersama, pulang bersama. Jangan ada yang saling tinggalin!

Perasaan Anggia Ketika Mengikuti KOMPAS

ANGGIA ATIN APRILIA
CALON PENGGALANG
GERAKAN PRAMUKA GUGUSDEPAN LOMBOK TIMUR 13.02
SMPN 3 SELONG

LAPORAN KEGIATAN KOMPAS

Hari ini Ahad, 11 Mei 2014, kami pramuka SMPN 3 Selong akan mengikuti lomba KOMPAS di SMAN 1 Selong. Aku juga ikut, tapi Cuma jadi regu penggembira L. Pukul 06.30, aku langsung pergi ke sekolah untuk pergi berkumpul dan mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa. Sebelum berangkat, kami berdoa, semoga disaat penjelajahan, kami diberi perlindungan dan kemenangan.
Pukul 07.00, kamipun berangkat menuju SMANSASEL dengan berjalan kaki sambil beryel-yel. Setiba di sana, kami langsung berbaris dan segera mencari tempat untuk meletakkan tas. Lalu kami segera mengikuti upacara, pembukaan. Kami mengkutinya dengan tidak tertib karena upacaranya yang lama, cuacanya yang panas, dan kami kehausan. Setelah mengikuti upacara pembukaan, kami bersiap-siap untuk mengikuti lomba penjelajahan. Akhirnya giliran kamipun tiba. Sebelum berjalan kami beryel-yel dulu, setelah itu kami langsung berjalan.
Diperjalanan, kami berjalan sambil beryel-yel. Di tengah perjalanan, kami berhenti di dekat jembatan. Di sana kami bertemu dengan salah satu kakak Panitia. Dia menyuruh kami untuk beryel-yel. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan. Setelah lama berjalan, kamipun tiba di pos LKBB. Ketika menunggu giliran, kami beristirahat sebentar. Kami sangat haus, tapi air kami sudah habis. Untung saja ada adik-adik yang memberi kami air. Rasa hauspun hilang. Giliran SPEN-GHA (SMPN 3 Selong). Regu inti segera melaksankan tugasnya. Kami regu penggembira, hanya menunggu dan membawa barang-barang regu inti. Saat itu, kami tidak beryel-yel karena kami takur regu inti tidak berkonsentrasi akibat keributan yang kami buat. Akhirya regu inti selesai melaksanakan tugasnya. Kamipun segera melanjutkan perjalanan.
Diperjalanan, tak sengaja kak Ayu menjatuhkan peralatan P3K, sehingga obat-obatan yang ada di dalamnya berserakan. Kami segera memungutnya kembali dan merapikannya. Pos PP semakin dekat, dan akhirnya kami tiba di sana. Di pos tersebut kami bertemu dengan anggota pramuka putra. Regu  inti segera mempersiapkan persiapannya dan melaksanakan tugasnya. Setelah selesai, kami langsung melanjutkan perjalanan.
Di kebun-kebun yang kami lewati, banyak sekali nyamuk dan aku merasa gatal-gatal. Persediaan air dan makanan kami habis. Rasa lapar dan hauspun menghampiri. Kamipun tiba di pos Out Bond. Di sana kami sebagai regu penggembira, hanya bertugas membawa barang-barang regu inti dan beryel-yel. Setelah itu, kami turun ke jurang dengan berbepegangan pada tali. Untung saja aku tidak terpeleset. Saat berjalan di air, sulit sekali mengangkat kaki, karena sepatu kami dipenuhi air dan lumpur, sehingga terasa berat. Kami melanjutkan perjalanan dengan celana dan sepatu yang basah.
Di pos KIM, kami dapat beristirahat juga, karena giliran SPEN-GHA masih lama. Setelah lama menunggu, giliran SPEN-GHA pun tiba. Saat itu kami dilarang beryel-yel, jadi kami diam saja sambil menunggu. Setelah selesai, kamipun melanjutkan perjalanan.
Lama berjalanan melewati kebun, jalan raya, dan sawah, kamipun tiba di SMANSASEL. Huh ... Lelah sekali. Sampai di sana, kami sholat zuhur lalu makan bersama. Tak sengaja aku menumpahkan air dimakanan kak Piya. Jadi, dia tak jadi memakannya. Aku langsung minta maaf. Untung saja dia tak memarahiku. Selesai makan, kami menonton lomba pioneering sambil beryel-yel. Adzan asarpun tiba, kami segera pergi untuk sholat. Selesai sholat kami mengikuti upacara penutupan dan bakti sosial.
Saat Upacara, kak Mia berbisik dan berkata “SMP 2 yang dapat piala bergilirnya.” Rasa kecewa menyelimuti hati. Namun, kami tidak memberitahukan hal itu, pada regu inti. Biarkan mereka mendengarnya sendiri. Pengumuman juarapun dimulai dan ternyata kami hanya mendapat 5 piala. Setelah itu kami bersalaman kepada panitia dan mengucapkan selamat kepada SMPN 2 Selong. Di sana ada kak Hendra, dia berkata kepada kami “Tetap semangat!”. Setelah selesai bersalaman, kami berfoto-foto dan langsung pulang.

SELESAI

Pesan

Tetap semangat buat Pramuka SPEN-GHA Selong. Ingatlah! Kekalahan adalah sukses yang tertunda, tidak cepat putus asa, pantang menyerah sebelum lomba selesai. Jangan hanya memikirkan kemenangan tapi pikirkanlah kalahnya juga. Mempertahankan lebih sulit dari pada merebut. Walaupun kalah, kita harus menerimanya dengan lapang dada dan hati yang ikhlas, dan tetap rendah hati. Ingatlah kekalahan adalah suatu kemenangan yang tertunda.

Alfi pun Mengikuti Kegiatan Kompas

MUHAMMAD ALFI EFENDI
CALON PENGGALANG
GERAKAN PRAMUKA GUGUSDEPAN LOMBOK TIMUR 13.01
SMPN 3 SELONG

LAPORAN KEGIATAN LOMBA KOMPAS

Pada hari Ahad, kami anggota Pramuka SMPN 3 Selong berkumpul di sekolah, untuk mengikuti lomba KOMPAS (Kompetisi Penjelajahan Pramuka SMAN 1 Selong). Kami berangkat sambil mengeluarkan yel-yel. Sesampainya kami di sana, kami berbaris untuk mengikuti upacara pembukaan perlombaan KOMPAS. Setelah upacara selesai dan telah dibuka, kamipun bersiap-siap untuk mengikuti lomba penjelajahan.
Kami berangkat melewati melewati jalan raya dan sungai. Perjalanan yang jauh dan melelahkan, kamipun berhenti sejenak untuk minum dan menghilangkan rasa lelah.
Saat yang dinanti-nanti, kamipun tiba di pos I, yaitu lomba LKBB, lomba tersebut kurang menyenangkan dan tidak enak ditonton karena amburadul, tidak kompak, dan pemimpin regu tidak pandai dalam melihat situasi. Kami sangat kecewa dilomba tersebut.
Kami melanjutkan perjalanan menuju pos II yaitu lomba PP. Lain halnya dengan lomba PP, regu inti tidak kesulitan menjawab soal dan cara penanganannya. Kami salut dengan teman-teman yang ikut dilomba PP dan tidak lupa terus dan terus memberikan semangat.
Kami berjalan ke pos III yaitu OUTBOND. Di OUT BOND banyak rintangan yang harus dilewati seperti memasukkan satu teman melewati jaring laba-laba dan tidak boleh menyentuh jaring-jaring tersebut. Dirintangan kedua, regu inti harus merayap dengan cepat. Rintangan ketiga, turun dari tebing menggunakan tali, dan sepatu harus basah melewati sungai di bawahnya. Ini adalah rintangan-rintangan yang sangat menyenangkan dan juga menantang.
Kami berjalan melanjutkan perjalanan ke pos ke IV yaitu KIM. Di lomba KIM kita tidak pandai dalam mencium, meraba, ataupun perasa. Walau begitu kami tidak pernah putus asa dengan apa yang kami lakukan di lomba KIM ini.
Diperjalanan selanjutnya, kami menemukan pos bayangan, nah disitulah satu orang yang membidik dan  satu orang yang mencatat. Di tengah perjalanan kami kebingungan mencari titik A. Kami terus berjalan mencari titik A, dan akhirnya kami dapat menemukannya.
Kami beristirahat sebentar untuk membeli es karena air minum di tas habis. Setelah badan kami segar kembali, kamipun melanjutkan perjalanan, kami menyeberangi sungai dan berjalan melewati sawah, setelah itu, akhirnya kami sampai di SMAN 1 Selong.
Sesampainya kami di sana, kami beristirahat sebentar dan langsung ke musholla mengambil air wudhu untuk sholat Zuhur. Setelah kami selesai sholat Zuhur, karena kami lapar, kami langsung makan, dan tidak lupa membaca doa sebelum makan. Setelah kami selesai makan, kami berkumpul di lapangan untuk menyaksikan lomba pioneering, dan kami (regu penggembira) tidak lupa memberikan semangat dengan mengeluarkan yel-yel bersama-sama kakak pendamping.
Ketika lomba pioneering dimulai, tidak henti-hentinya kami kami memberikan semangat, agar teman-teman tetap semangat. Lomba pioneeringpun selesai. Kami melihat segitiga pioneering tidak lurus dengan segitiga yang lain, walaupun begitu kami tetap semangat. Setelah itu, kami bersama-sama mengambil air wudhu untuk sholat Asar kemudian kami berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara penutupan.
Setelah upacara selesai, saat yang dinanti-nanti pengumuman pemenang dalam berbagai mata lomba. Kami mendapatkan piala di mata lomba”
v  Juara I             LKBB Putri
v  Juara III         Pioneering Putra
v  Juara II           PP Putra
v  Juara I             Mapping Putra
v  Juara III         Mapping Putri
Tetapi kami tidak mendapatkan piala bergilir. Setelah itu kami berbaris mendengarkan nasehat dari kak Yan. Setelah selesai, kami tidak lupa mengucapkan selamat kepada pemenang perlombaan KOMPAS tahun ini yaitu SMPN 2 Selong. Setelah itu kami pulang membawa perlengkapan pioneering, sesampainya di sekolah kami memasukkannya ke gudang.

Kesan
Sangat menyenangkan walau tidak jadi juara, karena saya mendapat ilmu dan wawasan Pramuka.

Pesan
Jangan berkecil hati, jangan pernah putus asa, jangan pernah patah semangat, karena masih ada lomba yang lain.

TERIMA KASIH

Ceritanya Nailil Izzati Saat Mengikuti Lomba Kompas

LOMBA KOMPAS
KOMPETESI PENJELAJAHAN PRAMUKA SMAN 1 SELONG
Laporan NAILIL IZZATI
Lomba dilaksanakan pada 11 Mei 2014 pada hari Ahad dari pukul 08.00-18.00.

Pada hari Ahad yang lalu 11 Mei 2014 teman-teman Pramukaku lomba di pangkalan SMAN 1 Selong/ sering disebut SMANSASEL. Pada hari itu sangat menyenangkan karena dapat mengikuti penjelajahan.
Pada lomba Kompas ini, bukan hanya regu inti saja yang mengikuti lomba, regu penggembirapun mengikuti lomba. Tapi yang membedakan regu inti dengna regu penggembira adalah hanya saja regu penggembira tidak diberikan nilai. Kami memulai lomba pada pukul 08.00.
Ada empat pos yang akan dilewati oleh kami semua. Pada pos pertama ada lomba LKBB tongkat. Sebelum pergi ke pos pertama kami semua berdoa, agar diberi kemudahan dalam mengerjakan lomba. Pada pos awal ini, aku melihat LKBB yang dilakukan teman-teman putra cukup berantakan, tidak serempak, dan belum cukup tau aba-aba.
Setelah selesai melakuakn LKBB Putra. Sekarang yang aku tunggu-tunggu, inilah LKBB Putri. Aku berharap LKBB Putri dapat dilakukan dengan lancar, tidak berantakan seperti LKBB Putra, serempak dan tau semua aba-aba. Ketika aku memperhatikannya, ternyata LKBB Putri lebih baik dari pada LKBB Putra.
Setelah selesai mengerjakan lomba LKBB, kami semua melanjutkan perjalanan. Kami berjalan sambil menyanyi sepuasnya. Tidak terasa, ternyata kami memasuki pos ke dua.
Pada pos kedua ini, ada lomba Pertolongan Pertama atau sering juga disebut lomba PP. Pada lomba PP ini ada yang menjadi pasien/penderita, dan ada beberapa orang yang menanganinya. Pada lomba ini, aku tidak melihat PP yang dikerjakan oleh teman-teman putra. Aku berharap teman-teman putra dapat mengerjakan Pertolongan Pertamanya dengan baik dan hasil yang baik.
Pada saat Pertolongan Pertama yang Putri dimulai, aku melihat dan memperhatikan apa yang dikerjakan, agar aku bisa mengerjakannya seperti yang dilakukan oleh regu inti. Setelah selesai mengerjakan PP, kami langsung melanjutkan perjalanan.
Di tengah-tengah perjalanan ada yang disebut OUT BOND. Out Bond ini adalah sebagai penambah nilai. Pada saat melakukan Out Bond, aku dan teman-teman sebagai regu penggembira memberikan support untuk memberi semangat kepada mereka semua. Kami memberi semangat dengan cara bernyanyi MARS Pramuka SMPN 3 Selong.
Setelah selesai mengerjakan Out Bond, kami melanjutkan perjalanan, dan tidak lama lagi kami disuruh turun menggunakan tali yang sudah disediakan atau sering disebut turun tebing.
Setelah selesai turun tebing, kami harus turun ke air. Kita harus basah, dan tidak boleh tidak terkena air. Saat itu yang paling ku suka, saat yang ku nanti-nantikan.
Setelah itu, kami semua melanjutkan perjalanan, kami bernyanyi dengan sekuat tenaga. Di tengah perjalanan, ada banyak tanda yang menunjukkan arah ke mana kita pergi. Dengan melihat tanda kita tahu arah-arah yang dituju oleh teman-teman yang lain. Kemudian tidak terkira kami sudah memasuki pos ke tiga.
Pos ketiga ini adalah tempat lomba KIM (Kemampuan Indra Manusia), dimana pada pos ketiga ini, tempat mengetes indra manusia.
Setelah menyelesaikan tugas dari pos 3, kami segera langsung melanjutkan perjalanan untuk menuju pos 4. Lokasi pos ke 4 ini adalah pangkalan SMANSASEL/ SMAN 1 Selong. Pos ke 4 ini, adalah tempat perlombaan pioneering. Kami semua terus berjalan, walau rasa haus kami semakin dalam. Kami semua bersabar, karena kalau bersabar perjalanan akan terasa dekat.
Tidak terasa, akhirnya perjalanan sampai juga. Setelah itu kami bersegera untuk sholat, karena sepulang penjelajahan sudah menepati kira-kira pukul 15.30.
Kemudian setelah sholat zuhur kami semua langsung makan. Perutku terasa lapar, dan cacing-cacing di perut terasa demo...
Setelah itu akhirnya pioneering dimulai. Aku berdoa semoga pada pioneering temen-temen lebih baik dari pada yang lain. Kemudian akhirnya waktu dimulai. Kami semua menghabiskan semua tenaga untuk memberi support kepada teman-teman. Kami semua bersegera untuk sholat. Setelah selesai sholat aku berdoa kepada Allah agar lomba ini menumbuhi hasil yang memuaskan.
Kami menunggu-nunggu hasilnya, dan akhirnya pengumuman dimulai. Aku terasa deg-degan ... dengan pengumuman ini. Setelah dibacakan nilai yang sudah ditentukan aku merasa senang, walaupun kami membawa 5 buah piala.
Aku melihat SMPN 1 Selong, mendapatkan piala yang banyak. Aku takut piala yang sangat besar itu dia dapatkan. Ternyata setelah selesai, inilah yang kami tunggu-tunggu. Juara yang paling hebat. Ya Allah .... Aku terus-terus berdoa. Aku sangat deg-degan ... Aku tidak berharap SMPN 3 Selong tidak mendapatkan yang sangat besar itu...
Kami semua sudah tau, bahwa SMPN 1 Selong, akan mendapatkan piala itu. Dan akhirnya kami semua bubar. Dan sendirian SMPN 1 Selong, yang masih di lapangan. SMPN 1 Selong, sudah berharap mendapatkan piala itu.
Ternyata tidak, yang menang adalah SMPN 2 Selong, kami merasa bahagia walaupun kami tidak mendapatkan piala itu. Kami semua bersalam-salam dan mengucapkan selamat atas kemenangannya.
Setelah  itu, kami semua berfoto-foto dengan piala yang kami dapatkan.

...( S e l e s a i )...
Kesan
Dapat memiliki teman baru pada lomba itu, dan dapat merasakan bagaimana rasanya mengikuti lomba.

Pesan

Tidak cepat putus asa dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh kalau ingin mendapatkan nilai yang bagus, karena mempertahankan lebih sulit dari pada merebut. Kita harus menerima kekalahan dengan lapang dada/ ikhlas. Karena setiap perlombaan ada yang kalah ataupun menang.

Minggu, 25 Mei 2014

Kisah Zulpia Rizkiani Mengikuti KOMPAS SMAN 1 Selong

ZULPIA RIZKIANI
CALON PENGGALANG
GUGUSDEPAN LOTIM 13.02
PANGKALAN SMPN 3 SELONG
Laporan KOMPAS

Aku berangkat dari rumah bersama temanku Maulida Ayu. Setelah sampai di sekolah, teman-teman ada yang belum datang. Setelah semua sudah datang, kami semua berbaris di lapangan sekolah sambil menyerahkan surat izin di masing-masing pimpinan regu. Setelah itu, sebelum pergi ke SMAN 1 Selong kami berdoa dulu dalam hati.
Dalam perjalanan kami semua menyanyikan yel-yel sampai di SMAN 1 Selong. Regu Mawar Merah dan Semut Merah mendaftarkan anggotanya kepada Panitia. Setelah itu kami semua masuk ke arena. Kami menaruh tas di sebelah selatan.
Kemudian panitia meminta ke seluruh peserta berbaris di arena. Pada saat itu cuaca sangat panas. Acara sudah dimulai dengan beberapa sambutan sampai dengan acara pelepasan peserta. Kami kembali ke tempat tas kami untuk menunggu giliran.
Nama dari perwakilan SMPN 3 Selong di panggil oleh Panitia. Kami bergegas untuk bersiap-siap pergi. Sebelum keluar dari SMAN 1 Selong, kami diberi stempel di tangan kami. Setelah keluar kami semua mengikuti arah yang sudah diberi tanda oleh panitia.
Dalam perjalanan sebelum sampai di pos pertama, air minum ku sudah habis, aku masih mau minum, tapi untung aja ada anak-anak kecil di depan rumahnya menawarkan air minumnya, lalu kami meminta air minumnya dan menaruhnya ke dalam botol.
Sampai di pos pertama, kami menunggu regu Mawar Merah untuk selesai melakukan tugasnya yaitu LKBB Tongkat sambil duduk-duduk. Setelah selesai kami akan menunggu pos yang kedua lombanya adalah pertolongan Pertama.
Dalam perjalanan kami semua menyanyikan beberapa yel-yel. Pas kami masuk ke dalam hutan, aku agak ragu masuk ke dalam hutan itu, tapi setelah menemukan satu tandanya, aku tidak ragu lagi.
Sampai di pos kedua, kami menunggu regu Mawar Merah untuk selesai melakukan tugasnya, setelah itu menuju pos ketiga. Di dalam perjalanan lagi-lagi tidak ada habisnya kami menyanyikan yel-yel. Setelah sampai di pos ketiga, regu Mawar Merah mendapat rintangan, yaitu harus melewati lubang dan melewati jaring dengan merayap, kemudian turun ke jurang menggunankan tali, yang di bawahnya ada airnya. Pas melewati air itu, lumpur masuk ke dalam sepatuku dan ada pohon yang tumbang menghalangi kami, tapi kami bisa melewatinya.
Kemudian sampai di pos keempat, kami menunggu mawar merah menyelesaikan tugasnya dari panitia, yaitu KIM yang terdiri dari indra penciuman, perasa dan peraba, kemudian langsung diumumkan hasilnya.
Diperjalanan regu Mawar Merah mengerjakan peta-pita, sambil menunggu ada panitia yang memberitahu kami agar segera kembali ke SMAN 1 Selong. Tempat pengumpulan peta-pita sudah dekat, tapi peta-pita dari regu Mawar Merah dan regu Semut Merah belum jadi.
Kami melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya sampai di SMAN 1 Selong. Kami langsung bergegas untuk pergi sholat Zuhur, setelah selesai kami makan bersama-sama.
Kemudian lomba pioneering akan dimulai, regu dari Mawar Merah dan Semut Merah mempersiapkan peralatannya. Setelah selesai, lomba akan dimulai, kami bersiap-siap untuk menonton lomba pioneering, sambil menyanyikan yel-yel, sampai akhirnya azan Asar sudah tiba dan lomba pioneeingpun sudah selesai. Jadi kami semua langsung pergi ke musholla untuk sholat.
Selesai sholat Asar, karena pialanya akan dibagikan kepada sekolah yang menang. Sebelum itu, kami semua berbaris di lapangan dan disuruh untuk memungut sampah dulu.
Ada salah satu peserta dari lomba yang di Labuhan Haji ( Dua pekan sebelum kegiatan KOMPAS, ada kegiatan GALANG yang diadakan oleh Pramuka SMAN 1 Labuhan Haji) mengalami kecelekaan, ketika pulang dari lomba. Dia dirawat di rumah sakit Denpasar-Bali dan menelan biaya 300 juta rupiah. Dan pada kegiatan ini diadakan penggalangan dana dari kami semua yang ikut lomba.
Setelah acara itu selesai, pemenang lomba dibacakan dan SMPN 3 Selong, mendapatkan 5 piala, tapi SMPN 3 selong tidak dapat juara Umum. Juara Umumnya SMPN 2 Selong. Kami kecewa tapi kami sudah berusaha.
Kemudian kami salam-salaman dengan Pramuka SMPN 2 Selong dan panitia dari SMAN 1 Selong. Setelah selesai kamipun photo sebentar dan langsung pulang ke rumah masing-masing.

Kesan
Ketika di pos tiga pada saat melewati jurang menggunakan tali untuk turun ke bawah dan melewati air

Pesan

Semoga tahun depan SMPN 3 Selong bisa mendapatkan juara Umum dan walaupun tidak mendapatkan juara umum tetap semangat.

Pertemuan Pertama PMR unit MTs. Muallimat NW Pancor yang mengesankan

Ada beberapa pertanyaan yang saya dan kak Andrian sampaikan ketika pertama kalinya menjadi fasilitator di PMR unit MTs. Muallimat NW Pancor.
Berikut pertanyaan, beserta jawaban dari adik-adik PMR unit MTs. Muallimat NW Pancor
1.      Apa yang adik-adik inginkan dari PMR unit MTs. Muallimat NW Pancor?
2.      Apa yang adik-adik harapkan dari Fasilitator yang akan memfasilitasi adik-adik?
3.      Apa yang akan adik-adik lakukan untuk mewujudkan keinginan adik-adik?


Nama
No
Jawaban
Siti Anisa Ikhwan
1
Materi/ Ilmu Palang Merah Remaja
2
Pelatih yang baik, tegas, bisa membawa kemajuan
3
Mempelajarinya
Siti Hidayaturrohmah
1
Ingin belajar tentang PMR
2
Materi-materi tentang PMR
3
Mengobati orang yang sakit
Siti Azizatul Ulya
1
Ingin terus maju
2
Ingin diberikan materi dengan cara yang cepat dipahami (kalau bisa) juga oleh kami
3
Terus giat latihan dan berusaha menjadi anggota yang baik juga bijaksana
Nurul Waro’atul Aulia
1
Materi
2
Menjadi pelatih yang baik, pembagian materi yang luas dan simpel
3
Memahami dan mempelajarinya
Indah Nurdiana Islami
1
Ingin membuat PMR maju dan bangkit
2
Cara mengajar pelatih, supaya bisa membangkitkan PMR MTs Muallimat
3
Kerja keras dan melakukan apa yang harus dan perlu dilakukan
Roh
1
Yang saya inginkan supaya PMR maju
2
Yang saya inginkan pelatih yang tegas supaya PMR maju di MTs. Muallimat
3
Yang saya lakukan berlatih dengan rajin
Novi Nurlaeli Husni
1
Cari pengalaman
2
Menjadi pelatih yang rajin dan baik
3
Memotivasi


Terimakasih atas jawaban adik-adik. Dengan ini, kita semua akan tahu apa yang akan kami kerjakan ketika kita sama-sama latihan.